PERANGKAT LUNAK DISTRIBUSI DAN PENGONTROLAN OBAT PADA PASIEN RAWAT INAP

Amras Mauluddin

Rumah sakit adalah lembaga pemberi jasa pelayanan kesehatan dan seiring dengan perkembangan teknologi kedokterannya hampir selalu memerlukan obat. Obat merupakan komponen yang penting dalam upaya pelayanan kesehatan, baik di pusat pelayanan kesehatan primer maupun ditingkat pelayanan kesehatan yang lebih tinggi. Keberadaan obat merupakan kondisi pokok yang harus terjaga ketersediaannya karena ketersediaan obat merupakan salah satu hal yang mempengaruhi pelayanan kesehatan. Manajemen obat di rumah sakit dilakukan oleh Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS). Instalasi farmasi rumah sakit adalah satu-satunya bagian di rumah sakit yang bertanggung jawab penuh atas pengelolaan atau pengontrolan obat, Manajemen obat dimulai dengan suatu tahap perencanaan yang merupakan dasar dari pengelolaan obat untuk menentukan kebutuhan obat. Untuk itu diperlukan data-data yang akurat, maka dalam proses pengolahannya sebaiknya didukung oleh suatu sistem informasi manajemen rumah sakit. Berdasarkan sistem yang selama ini masih dilakukan dengan cara manual masih sangat beresiko terhadap adanya kerusakan data atau bahkan bisa juga redudansi data. Untuk mengontrol jalannya proses pendistribusian obat ini, diperlukan sistem informasi yang benar-benar cepat, tepat, akurat serta efektif dan efisien. Hal ini disebabkan jumlah pasien pada kebutuhan obat yang diperlukan rawat inap ini semakin hari semakin banyak dan beragam jumlahnya, sehingga kebutuhan akan informasi tentang data obat sangat diperlukan dalam waktu yang cepat dan tingkat keakuratan yang tinggi. Untuk itulah peranan teknologi khususnya komputerisasi harus segera dimasukkan dalam sistem pendistribusian obat agar diharapkan lebih banyak membantu proses pendistribusian itu sendiri dan juga mendukung informasi-informasi yang dibutuhkan oleh manajemen Pusat Pelayanan kesehatan khususnya pendistribusian obat di rumah sakit juanda sendiri.

Kata Kunci : Rumah Sakit,Obat, Farmasi, Distribusi, Pengontrolan, Pasien Rawat Inap

Download Jurnal

AUDIT CONTROL CAPABILITY LEVEL TATA KELOLA SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN COBIT 5

Aa Rahmat Hidayat

Pengukuran tingkat kapabilitas Sistem Informasi menjadi solusi untuk mengetahui tingkat kematangan sistem. Sebelas (11) proses yang diukur mengacu pada domain EDM dan DSS yang ada dalam COBIT 5, dengan menggunakan Process Assesment Model. Level yang diukur dimulai dari level 1 (Performed) sampai level tertinggi level 5 (Optimizing). Pengukuran tingkat kematangan proses pada tata kelola TI Direktorat TIK UPI Bandung dilakukan secara langsung menggunakan daftar checklist yang mengacu pada ISO/IEC 15504 untuk membantu alur audit, dengan menentukan latar belakang & masalah, studi literatur, analisis, dan penilaian serta penentuan tools dan domain, data yang diperoleh diolah, yang akhirnya menghasilkan kesimpulan dan saran perbaikannya.

Hasil pengukuran terhadap kapabilitas proses Tata Kelola TI yang mengacu domain Evaluate, Direct, and Monitor (EDM) dan Deliver, Service and Support (DSS) pada COBIT 5 terdiri dari 11 proses, maka didapatkan hasil Tingkat Kematangan Proses 1.82 berada pada level 1 (performed) dan memiliki Gap antara capability level yang ditargetkan dengan hasil pengukuran 2,18 dengan level target direktorat TIK UPI Bandung pada level 4.00.

Kata Kunci : Tata Kelola, COBIT 5, Process Assesment Model (PAM), ISO/IEC 15504

Download

STANDAR MANAJEMEN KEAMANAN SISTEM INFORMASI BERBASIS ISO/IEC 27001:2005

Chalifa Chazar

Informasi merupakan salah satu aset penting bagi perusahaan. Oleh karena itu kemampuan untuk menyediakan informasi secara cepat dan akurat merupakan hal yang esensial. Pengelolaan informasi sering kali melibatkan peran Sistem Informasi (SI) dan Teknologi Informasi (TI). Akan tetapi seiring perkembangannya, TI seringkali dimanfaatkan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggung jawab yang dapat menimbulkan ancaman dan resiko yang dapat merugikan perusahaan. Masalah keamanan seringkali kurang mendapatkan perhatian dari pihak stakeholder. “Prevention is better than cure”. Seri ISO/IEC 27000 menawarkan satu set spesifikasi, kode etik dan pedoman praktik terbaik (best practise) untuk memastikan manajemen layanan TI (Teknologi Informasi) . ISO/IEC 27001 merupakan standar yang sering digunakan untuk mengetahui kebutuhan untuk menerapkan keamanan sistem informasi. Dengan penerapan ISO/IEC 27001 dapat melindungi aspek-aspek dari keamanan informasi yaitu confidentiality, integrity dan availability.

Kata kunci: Keamanan Sistem Informasi, ISMS, SMKI, ISO/IEC 27000, ISO/IEC 27001

Download Jurnal

 

PERANCANGAN APLIKASI POINT OF SALE

Hendra Gunawan

Pada era teknologi informasi sekarang ini kita dituntut untuk dapat mengembangkan sistem berbasis teknologi informasi agar dapat mengikuti perkembangan sekarang. Dengan adanya aplikasi yang terintegrasi dapat menunjang proses bisnis yang ada dalam perusahaan tersebut, sehingga dapat bersaing dengan perusahaan lain.

”TOKO MAJU JAYA” adalah perusahaan yang khusus menjual spare part com-puter, saat ini masih menggunakan cara manual dalam transaksi penjualannya, mulai dari pencatatan data kasir, pencatatan data barang, sampai penyimpanan data-data lainnya yang berhubungan dengan proses penjualan hingga sampai pembuatan laporan, sehingga memungkinkan adanya kesalahan pada saat pencatatan, ketidak-akuratan laporan yang dibuat dan keterlambatan dalam pencarian data-data yang diperlukan. ”TOKO MAJU JAYA” sangat membutuhkan suatu aplikasi penjualan yang telah terkomputerisasi dengan baik untuk menunjang dan memberikan pelayanan yang optimal kepada para customer. Informasi sebagai sumber daya konseptual mutlak diperlukan didalam kegiatan manajemen perusahaan, sehingga untuk menghasilkan informasi yang baik dibutuhkan suatu program pengolahan data yang baik pula.

Maka dari itu program yang terkomputerisasi dapat lebih memudahkan dalam bertransaksi, dan lebih meningkatkan mutu pelayanan kepada konsumen. Sehingga transaksi penjualan dapat berjalan dengan akurat dan efisien. Perancangan Aplikasi Point Of Sale ”TOKO MAJU JAYA” menggunakan metode waterfall/SDL C (System Development Life Cycle).

Kata Kunci : Point of Sale, teknologi informasi, penjualan

Download Jurnal

PEMODELAN PROSES BISNIS SISTEM AKADEMIK MENGGUNAKAN PENDEKATAN BUSINESS PROCESS MODELLING NOTATION (BPMN) (STUDI KASUS INSTITUSI PERGURUAN TINGGI XYZ)

Moch Ali Ramdhani

Pemodelan proses bisnis adalah teknik atau cara untuk memahami, mendesain dan menganalisa suatu proses bisnis, dimana manfaatnya untuk membantu institusi/perusahaan memahami proses bisnisnya dengan baik, mengidentifikasi permasalahan seperti critical path atau bottleneck yang mungkin terjadi, mengembangkan, mendokumentasikan serta mengkomunikasikannya pada semua pemangku kepentingan bisnis. Sehingga perusahaan dapat meningkatkan performance dari pengelolaan proses bisnisnya. Secara umum BPMN cenderung menggambarkan proses dari pandangan seorang analisis bisnis. BPMN tidak dibuat dengan tujuan untuk dibuat programnya. BPMN perlu disempurnakan (misalnya ke proses BPEL) sebelum bisa dibuat pedoman pemrograman. Alasan inilah, BPMN digunakan oleh analisis bisnis dengan tujuan bukan untuk implementasi tapi lebih ke arah penyajian kebutuhan yang akan diberikan kepada analisis IT dan software development. Umumnya, BPMN dipakai untuk menghasilkan “BPEL code” yang akan diperbaiki oleh developer sehingga dapat dibuat implementasinya.

Keyword: Pemodelan Proses Bisnis, Sistem akademik dan BPMN

Download Jurnal

PERANCANGAN APLIKASI GAME FIRST PERSON SHOOTING

Yulia Rachman (greenwind.hayate@rocketmail.com), Patah Herwanto (pherwanto@yahoo.com)

Tak bisa dipungkiri bahwa aplikasi permainan atau game kini telah menjadi bagian dari masyarakat. Baik game yang paling sederhana sekalipun sampai game dengan rancangan yang paling rumit, ia menjadi sesuatu yang digemari oleh semua kalangan. Inilah yang menjadikan dunia game memiliki peluang bisnis sehingga para pengembang game terus bermunculan dan menciptakan game yang semakin menarik. Permainan penembak pertama atau lebih dikenal dengan First Person Shooting adalah salah satu dari sekian banyak jenis permainan yang memiliki banyak peminat. Namun, tentu saja karena melibatkan senjata dalam permainan ini, tak jarang pula unsur kekerasan disisipkan kedalamnya. Inilah sebabnya game tidak selalu dipandang sebagai hal yang positif. Untuk alasan itulah, kita merancang sebuah aplikasi permainan first person shooting yang sederhana yang lebih menekankan pada fokus pemain, daya tanggap, dan pada beberapa level memerlukan daya ingat yang baik dari pemain.

Dalam pembangunan game ini, menggunakan Software Adobe Flash CS6 dan memanfaatkan actionscript untuk mengatur semua elemen yang diperlukan didalamnya agar game tersebut dapat berjalan sesuai dengan semestinya. Dalam pengembangan game ini digunakan metode prototipe dimana ia merupakan metode yang telah umum digunakan oleh para pengembang aplikasi permainan.

Kata kunci : Aplikasi permainan, penembak pertama, Adobe Flash CS6, Actionscript, Prototipe.

Download Jurnal

PENGARUH MINAT INDIVIDU TERHADAP PENGGUNAAN MOBILE BANKING (M-BANKING): MODEL KOMBINASI TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL (TAM) DAN THEORY OF PLANNED BEHAVIOR (TPB)

Yudhi W. Arthana R., Novi Rukhviyanti

Penelitian ini bertujuan untuk menguji determinan minat individu dalam menggunakan mobile banking. Faktor yang mempengaruhi minat individu untuk menggunakan mobile banking dalam penelitian ini adalah faktor kegunaan, kemudahan dalam menggunakan, sikap, norma subjektif, dan kontrol perilaku. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian sebelumnya yang menggunakan kombinasi model TAM dan TPB. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode survei dengan cara membagikan 300 kuesioner kepada para responden. Responden yang menjadi objek penelitian ini adalah warga kota Bandung yang menggunakan fasilitas mobile banking dari Bank Mandiri, Tbk. dan BCA, Tbk. Sejumlah 109 kuesioner telah diterima kembali, serta dapat digunakan dan dapat diproses menggunakan program Partial Least Squares (PLS) versi 2.0 M3.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa manfaat yang dirasakan dan persepsi kemudahan penggunaan mempengaruhi sikap individu menggunakan mobile banking. Sikap dan norma subjektif mempengaruhi niat individu menggunakan mobile banking, kontrol perilaku tidak mempengaruhi minat individu menggunakan mobile banking. Implikasi dari penelitian ini relevan untuk lembaga perbankan untuk mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi minat individu untuk menggunakan mobile banking dalam pengembangan sistem informasi.

Kata kunci: mobile banking, TAM, TPB.

Download Jurnal

ANALISIS FAKTOR PADA DATABASE AKADEMIK DI UNIVERSITAS BATAM MENGGUNAKAN APLIKASI CLEMENTINE

Haryoso Wicaksono, yosnex@yahoo.com

Database yang dimiliki oleh suatu perguruan tinggi bisa dimanfaatkan untuk dasar pengambilan keputusan terkait dengan strategi yang diterapkan di suatu perguruan tinggi. Data mining adalah salah satu metode yang bisa dipilih untuk melakukan analisis lanjutan atas sekumpulan data traksaksional tersebut. Data mining mensyaratkan adanya database, software yang digunakan adalah Clementine. Penelitian ini menganalisis variabel-variabel tertentu yang di ambil dari database transaksional Universitas Batam, dengan tujuan mencari faktor-faktor atas variabel-variabel tersebut yang diprediksikan mempunyai nilai korelasi atau keterkaitan antara variabel-variabelnya tersebut.

Variabel-variabel yang di amati adalah Jenis Kelamin, Tempat Lahir, Usia Mahasiswa, Status Masuk, Usia Masuk dan IPS (Indek Prestasi Semester).
Metode analisis faktor yang digunakan adalah PCA (Principal Component Analysis). Hasil analisis faktor menggunakan Clementine melahirkan 3 (tiga) faktor yang mereduksi dari 6 (enam) variabel tersebut di atas.

Kata kunci : database, data mining, analisis faktor, PCA (Principal Component Analysis).

Download Jurnal